Rabu, 20 November 2013

Allah Orang Yang Hidup

Dasar Firman Tuhan dari kitab Ayub 19:23-27

Sebuah pernyataan iman: 'Allah orang yang hidup' memiliki berbagai makna, tiap-tiap makna tergantung dari siapa yang mengucapkannya dan siapa yang memaknainya. Bagi Ayub pernyataan itu merupakan lompatan iman yang murni. Saat terpuruk Ayub menemukan Allah sebagai lawan yang menghancurkan kehidupannya. Namun pada akhirnya Ayub mengimani dengan sungguh-sungguh bahwa Allah sebagai Penebusnya yang hidup. Yuk, kita perhatikan apa artinya 'Perkataanku' pada Ayub 19:23 hal ini menunjukan keseluruhan ucapan yang dikatakan Ayub pada ayat-ayat sebelumnya:
+ Pada ayat 1-5 Ayub mengungkapkan keluhan tentang sikap para sahabat yang menyakiti dan menghina dirinya.
+ Sedang di ayat 6-13 menyangsikan tindakan Allah yang berlaku tak adil dengan menanggalkan kemuliaan dan merampas mahkota hidupnya. Allah menyatakan murka-NYA dan menganggap Ayub sebagai musuhNYA, sehingga saudara dan sahabat-sahabat Ayub dijauhkan Allah dari hidupnya.
+ Di ayat 14-22 diperlihatkan bagaimana kaum keluarga dan para sahabatnya telah melupakan Ayub. Bahkan budak-budaknya pun tidak lagi menghormati Ayub. Istri pertamanya, saudara-saudara kandung Ayub, anak-anak di daerah tempat tinggalnya dan sabahat-sahabat karibnya; semua telah menghina dia.



Pada intinya, semua perkataan Ayub mengungkapkan kepedihan hatinya yang terdalam sebagai seorang insan yang telah hancur berkeping-keping kehidupan dan masa depannya, tanpa pengharapan, tanpa kehormatan, tanpa belas kasihan, tanpa pertolongan. Ayub seperti telah ditolak Allah dan setiap orang yang ada disekitarnya tanpa kecuali. Karena itu permohonan Ayub agar seluruh perkataannya ditulis dan dicatat dalam kitab sebelum dia mati, sehingga ada yang dikenang dan hal yang dapat dipelajari dalam hidup Ayub. Bahkan apa yang dikatakanya ingin diabadikan dengan pahatan dari besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya merupakan ungkapan dari seorang yang telah kehilangan pengharapan sama sekali. Keinginan Ayub agar seluruh riwayatnya tercatat dalam kitab yang terpahat dengan besi dan termeterai pada gunung batu hendak menunjukan agar keturunannya, atau manusia pada masa akan datang dapat mengingat seluruh penderitaan dan kepedihan hatinya. Kemarahan Ayub kepada Allah bukanlah kemarahan yang bersifat menetap. Tapi perhatikanlah pada ayat Ayub 19:25 dimulai dengan kata 'tetapi' yang begitu kontras dengan ayat Ayub 19:23-24. Kata 'tetapi' merupakan penegasan yang disambung dengan kata 'Aku tahu'. Hal ini merupakan temuan Ayub bagaimana Allah itu sangat berkuasa atas hidup seseorang. Hal inilah yang merupakan lompatan iman Ayub sehingga dia kembali pulih. Karena Ayub mengakui kekuasaan Allah. Dan Allah sanggup menebus hidup Ayub, atas semua penderitaan yang telah dialaminya. Allah sanggup memulihkan kembali keadaan Ayub, bahkan sampai berlipat kali ganda jauh lebih sukses dari sebelumnya. Yang lain seperti istrinya, keluarganya, sahabat-sahabatnya, bahkan siapapun disekitarnya boleh pergi meninggalkan Ayub, tapi Allah itu sanggup menjadi pengharapan satu-satunya sebagai Penebus. Allah kita adalah  Allah Yang Hidup. Allah bagi orang-orang yang hidupnya menaruh pengharapan penuh kepadaNYA. Allah kita adalah Allah yang sanggup menebus dan menghapus semua dosa-dosa kita. Dia Allah Yang Esa yang kita kenal dalam TUHAN YESUS KRISTUS saja.


Mari saudara-saudariku teruslah berharap kepada TUHAN YESUS KRISTUS sekalipun dalam hidup penuh kesusahan, penderitaan, sakit-penyakit, kekurangan, kesepian. Tuhan TUHAN YESUS KRISTUS sanggup menebus kita, melawat kita, menyembuhkan kita, memulihkan kita dari semua penderitaan di dunia ini. TUHAN YESUS KRISTUS telah menyediakan tempat bagi kita di sorga, yaitu YERUSALEM BARU dimana kita dengan penuh suka cita bertemu face to face dengan TUHAN YESUS KRISTUS yaitu ALLAH kita YANG HIDUP. Layanilah seorang dengan yang lain dengan tulus ikhlas sekalipun dalam kekurangan, karena tak ada yang sia-sia bila semua kita lakukan didalam TUHAN YESUS KRISTUS saja, Haleluya. Amen :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar